Tampilkan postingan dengan label politic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politic. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Jika Regulator Berkompromi dengan Para Maling Pulsa

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) masih enggan membeberkan nama-nama perusahaan sekaligus pemilik dari content provider (CP) nakal yang diduga telah melakukan praktik ilegal menyedot pulsa pelanggan.
"Bukannya kami tidak mau, tapi ini masih dalam proses hukum. Kami tidak mau mendahului sebelum dibuktikan bersalah secara hukum," sanggah anggota BRTI Dhanrivanto dalam jumpa pers di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (11/10/2011).

Sebelumnya Menkominfo Tifatul Sembiring menyebutkan ada 60 CP nakal yang telah melakukan pelanggaran karena menyedot pulsa pelanggan.  Para CP nakal tersebut, kata dia, juga sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) dan tidak boleh lagi bekerja sama dengan operator telekomunikasi (red : halah yang bener tuh pak)
"Kalau mau jujur, jumlahnya bisa saja lebih dari 60 CP. Tapi yang sekarang jadi permasalahan kami, kalau kami umumkan nama-namanya, bisa saja mereka langsung membubarkan diri dan berganti 'baju' dan membelah diri jadi 120 CP baru," demikian Dhanrivanto beralasan.
Kasus penyedotan pulsa pelanggan telah menyita perhatian publik belakangan ini. Pelanggan kerap tanpa sadar terpotong pulsanya sekitar Rp 2.000 untuk layanan pesan premium yang sebenarnya tidak dikehendaki.

Menkominfo sendiri memperkirakan jumlah kerugian pelanggan per bulannya dari kasus ini tak sampai Rp 100 miliar per bulan. Namun mengingat kasus semacam ini sudah kerap terjadi sejak 2007 lalu, bisa dibayangkan berapa uang pulsa yang sudah disedot dari masyarakat. Sungguh pendapat yang sangat melukai rasa keadilan dan hati rakyat.

Sangat Mengecewakan, Hasil Rapat Dengan Para "Maling Pulsa"

Hasil rapat tentang kasus penyedotan pulsa yang berlangsung di kantor Kementerian Kominfo dinilai sangat mengecewakan karena tidak berpihak kepada konsumen kecil bahkan cenderung konsumen yang slalu dikorbankan.
"Kami sebagai konsumen kecewa, sangat kecewa," kecam David Tobing, kuasa hukum dari Ferry Suntoro, sang pelapor kasus penyedotan pulsa, saat walkout di tengah rapat di gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (11/10/2011).

Ia menyesalkan, dari hasil rapat itu sama sekali tak ada langkah konkret dan penindakan tegas atas bukti-bukti kasus pencurian pulsa yang sangat merugikan pelanggan secara luas.
"Buat apa konsumen ikut diundang rapat jika tak ada langkah konkret yang menguntungkan pelanggan. Kami juga kecewa dengan Kominfo dan BRTI, sudah jelas para CP nakal itu merampok uang pelanggan lewat operator, tapi masih saja diajak berkoordinasi bukannya ditindak tegas," keluhnya lebih lanjut.

Anggota BRTI Dhanrivanto meminta konsumen sedikit bersabar. Sebab dalam kasus ini, diperlukan penyidikan lebih lanjut untuk membuktikan kesalahan CP sesuai hukum yang berlaku.
"Kami semua di sini berkomitmen untuk melindungi hak-hak konsumen. Tidak bisa main hakim sendiri. Untuk menegakkan hukum ya harus dengan aturan hukum juga," kata dia.

Dalam pertemuan rapat yang sempat tertutup bagi media selama dua jam lebih itu, dihasilkan 5 kesimpulan sbb :

1.     BRTI akan menyampaikan data yang diduga telah merugikan konsumen berdasarkan masukan publik terkait penyedotan pulsa melalui SMS penipuan dan layanan pesan premium kepada Polri (Bareskrim dan Polda) untuk ditindak secara hukum.
2.    Berdasarkan masukan publik, BRTI akan melakukan pengawasan secara ketat untuk mendalami hubungan bisnis antara CP dan operator telekomunikasi dalam memberikan jasa layanan pesan premium.
3.      BRTI bersama operator telekomunikasi akan merancang sistim aplikasi yang memungkinkan jika konsumen tidak menginginkan layanan jasa pesan premium.
4.     Jika ada CP yang ditemukenali melakukan pelanggaran, BRTI akan menginstruksikan operator untuk menghentikan layanan pesan premium dan mengawasi pemberian ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku, yang hasilnya akan dipublikasikan kepada publik.
5.     BRTI dan operator secara bersama-sama akan menyiarkan iklan layanan masyarakat secara masif mengenai nomor pengaduan yang dapat dihubungi konsumen, dan cara pengaduan konsumen.

Senin, 12 September 2011

Malam Ini Bulan Purnama: Ya ALLAH Semoga Tahun Depan Kami Tidak (Kembali) Tersesat!

Mustofa B. Nahrawardaya




13158332841200987542
*****
Alhamdulillah, malam ini 12 September 2011 BULAN PURNAMA
Malam ini adalah 15 Syawal 1432H
Itu berarti:
15 hari yang lalu adalah Ijtimak tanggal 1 Syawal 1432 H.
Tepatnya pukul 10.05.16 WIB
15 hari yang lalu dari hari ini adalah tanggal 29 Agustus 2011
Maka pagi harinya yakni
30 Agustus 2011 adalah Idul Fitri bagi orang-orang berakal!
SEMOGA TAHUN DEPAN KITA TIDAK MASUK KE DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG (KEMBALI) TERSESAT!
*****
Tak Perlu Jadi Profesor, Allah Sudah Sediakan Ilmu di Internet untuk Membuktikannya
=Mustofa B. Nahrawardaya=
SEJAK SIANG tadi ternyata fase bulan sudah 100%. Anda bisa mengecek ke www.moonconnection.com, sebuah situs yang memang bergerak di ranah konten-konten astronomi khususnya membedah seluk beluk bulan dan persoalannya. Hal ini sekaligus untuk menjawab keraguan sebagian masyarakat, bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui penghitungan matematis guna mengambil sikap pasti saat kebingungan memilih saat tepat ber Idul Fitri. Untuk riilnya, silahkan malam ini melongok ke langit, guna membuktikan kebenaran situs tersebut.
Saya sudah membuka situs ini sejak beberapa bulan lalu untuk membuktikan akurasinya. Kemarin pukul 13.05 WIB, saya coba buka di web tersebut, dan data menunjukkan bahwa fase bulan telah menunjukkan pada angka 99%, sehingga saya yakin hari ini sudah mencapai puncaknya. Terakhir, hari ini, saya juga sudah cek lagi, dan hasilnya adalah bahwa bulan sudah mencapai fase 100%. Dengan data digital ini, maka lengkap sudah data yang saya butuhkan.
Meski begitu, saya mencoba membandingkan dengan kalender fullmoon lain, yang memang sudah melakukan pemetaan bulan. Rata-rata memang berbagai situs serupa, misalnya di www.fullmoon.info, juga mengabarkan berita yang sama. Bulan Purnama terjadi hari ini, meski jamnya berbeda-beda tergantung posisi pembagian waktunya. Situs tersebut malah mempersilahkan pengunjung untuk melihat jadwal fullmoon sejak tahun 1900 hingga tahun 2050. Pembaca juga bisa membandingkan dengan situs lain misalnya di situs www.moonphases.info, juga menyatakan hal yang sama.
Karena usia bulan Hidjriyah hanya 29,5 hingga 30 hari, maka dipastikan peristiwa Bulan Purnama bisa dijadikan patokan untuk menemukan kapan terjadinya tanggal 1 Syawal tentunya. Karena Bulan Purnama pasti terjadi pada pertengahan bulan atau tanggal 15 setiap bulannya, maka berati 15 hari sebelum Bulan Purnama adalah sebagai awal bulan.
Karena Bulan Purnama telah terjadi hari ini tanggal 12 September 2011, maka otomatis 15 hari yang lalu adalah tanggal 1 Syawalnya. Sangat sederhana. Saya sudah menghitung, dan memang benar, ketemulah bahwa tanggal 29 Agustus 2011 memang sudah memasuki tanggal 1 Syawal 1432H.
Mengapa Shalat Idul Fitri-nya BUKAN 29 Agustus 2011?
Itu terjadi karena memang Shalat Idul Fitri harus dilakukan pada pagi harinya. Itu disebabkan karena permulaan hari dalam Kalender Hidjriyah selalu dimulai sore hari. Model ini tentu berbeda dengan Kalender Masehi yang memulai sebuah hari pada pagi hari. Makanya, meskipun tanggal 29 Agustus 2011 sore sudah memasuki tanggal 1 Syawal, namun sebagian Umat Islam baru melakukan Shalat Idul Fitri-nya baru pada pagi harinya. Namun, sebagai tanda memasuki tanggal 1 Syawal, tentu mereka sudah melakukan takbiran malam hari sebelum Idul Fitri.
Pada saat Ramadhan berakhir, sangat wajar saja terjadi perbedaan waktu penetapan 1 Syawal 1432H baik oleh Muhammadiyah maupun Pemerintah. Namun dengan melihat Bulan Purnama ini, saya kini boleh dong mengucapkan selamat dan berbahagia bagi yang menjatuhkan pilihan untuk ber Idul Fitri pada 30 Agustus 2011 !!.
Selamat ya.
Peringatan Allah untuk Pemimpin Yang Menyesatkan:
Ingat, Al Qur’an Surat Al Ahzab 66-68:
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: ‘Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul’. Dan mereka berkata:
Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). ‘Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar’.

Kamis, 21 Juli 2011

Menguatnya Dinasti Kekuasaan dan Politik

Kekuatan dinasti Atut Choisiah (Gubernur Banten) semakin menguat dengan masuknya kalangan keluarga ke dalam politik Banten dan Nasional.
J Kristiadi, peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) :
“Dinasti politik akan semakin menguat. Anggota DPRD atau DPD akan diisi oleh oran-orang yang masih muda. Dan, kalau ditelusuri, mereka adalah anak atau kerabat dari pejabat seperti gubernur atau bupati/wali kota. Oligarki juga akan semakin kuat karena orang yang mempunyai akses kekuasaan itulah yang akan mempunyai kekuasaan.”

Beberapa Keluarga Dinasti Politik

1. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel 2008-2012)



a. Adik : Ichsan Yasin Limpo (Bupati Goa 2005-2010)
b. Adik : Haris Yasin Limpo (anggota DPRD Kota Makassar 2004-2009)
c. Adik : Tenri Olle (anggota DPRD Sulsel 2009-2014)
d. Keponakan : Adnan Purichta (anggota DPRD Sulsel 2009-2014)
e. Anak : Indira Thita Chunda (anggota DPR 2009-2014)

2. Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten 2002-2007/2007-2012)





















a. Suami : Hikmat Tomet - (Ketua DPD I Partai Golkar - anggota DPR 2009-2014)
b. Anak : Andika Hazrumy (anggota DPD RI 2009-2014)
c. Menantu : Ade Rossi Khaerunisa (Wakil Ketua DPRD Kota Serang 2009-2014) dari Partai Golkar
d. Adik : Ratu Tatu Chasanah (Wakil Bupati Serang 2010-2015 / mantan Wakil Ketua DPRD Banten)
e. Adik tiri : Tb Khaerul Jaman (Wakil Wali Kota Serang 2008-2013)
f. Ibu tiri : Ratna Komalasari (Partai Golkar - anggota DPRD Kota Serang 2009-2014)
g. Ibu tiri : Heryani (Wakil Bupati Pandeglang 2011-2016)
h. Adik ipar : Airin Rachmi Diany (calon Wali Kota Tanggerang Selatan 2010-2015)
i. Adik sepupu : Ratu Ella Syatibi (PDI Perjuangan - Anggota DPRD Banten)
j. Adik ipar : Aden Abdul Khaliq (Partai Golkar - Anggota DPRD Banten)

3. Pupung Suharis (anggota DPR 2004-2009)

 




















a. Adik : Hendy Boedoro (Bupati Kendal 2000-2005/2005-207)
b. Adik : Don Murdono (Bupati Sumedang 2003-2008/2008-2013)
c. Adik : R Yuwanto (anggota DPRD Kota Semarang 2004-2009)
d. Adik : Murdoko (anggota DPRD Jateng 2004-2009/2009-2014)
e. Keponakan : Assep Diamonde ( anggota DPRD Kendal 2004-2009/2009-2014)

Kamis, 26 Mei 2011

PSSI : Pentolan Kelompok 78

Kelompok 78 tak lain penjelmaan kelompok yang menamakan diri KPPN

USMAN Fakaubun Edwan Ruriansyah | Rabu, 25 Mei 2011, 16:41 WIB VIVAnews - Kelompok 78 dianggap banyak kalangan sebagai penyebab kegagalan Kongres PSSI pada 20 Mei 2011 di Hotel Sultan, Jakarta. Mereka melakukan 'hujan interupsi' sehingga Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, yang memimpin jalannya Kongres terpaksa menghentikannya.
Asal nama Kelompok 78 ini berasal dari klaim mereka telah mengantongi 78 pemilik hak suara di Kongres PSSI. Beberapa pihak menyebut jumlah itu kini telah berkurang jauh. Kelompok 78 tak lain penjelmaan kelompok yang menamakan diri Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang mengklaim didukung pemilik 84 suara di Kongres PSSI. Langkah KPPN/K78 ini sempat mengundang simpati ketika ingin melengserkan Nurdin Halid. Tapi, simpati itu mulai menghilang setelah kegagalan Kongres PSSI 20 Mei. Mereka ngotot mencalonkan Jenderal TNI George Toisutta dan pengusaha-politisi Arifin Panigoro sebagai Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI meski FIFA sudah melarang mereka bersama dua calon lainnya--Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

Berikut 10 pentolan Kelompok 78 yang dihimpun dari beberapa sumber:

1. Wisnu Wardhana Wisnu merupakan Ketua DPRD Kota Surabaya dan Ketua PSSI
Cabang Surabaya. Ia tercatat sebagai politisi Partai Demokrat. Dalam berbagai kesempatan, Wisnu terlihat paling ngotot memperjuangkan kelompoknya.




2. Usman Fakaubun
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengprov PSSI Papua ini belakangan mendapat hujan hujatan dari warga Papua. Langkah Usman dan kelompoknya dinilai mengancam perjuangan klub Papua, Persipura Jayapura, di pentas Asia, Piala AFC.




3. Umuh Muchtar
Umuh masih menjabat sebagai manajer Persib Bandung. Pria yang akrab disapa Pak Haji ini disebut-sebut ingin membawa Persib ke pentas Liga Primer Indonesia (LPI) sehingga masuk Kelompok 78. Umuh menjadi figur di belakang layar Kelompok 78.




4. Hardiyandra
Pria ini masih menjabat sebagai Sekretaris Umum PSSI Jambi.  Hardiyandra menjadi salah satu vokalis Kelompok 78 yang sempat menuntut mundur Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar.

5. Ahmad Riyadh
Ahmad merupakan anggota Kelompok 78 yang dijadikan sebagai Ketua Komisi Banding Pemilihan, baik seusai Kongres PSSI Pekanbaru dan setelah terbentuknya Komite Normalisasi.

6. Harbiansyah Hanafiah
Pria yang masih menjabat sebagai GM Persisam Putra Samarinda ini menjadi Ketua Komite Pemilihan versi Kelompok 78.

7. Yunus Nusi
Eks Ketua DPD KNPI Kaltim ini mewakili Persisam Samarinda di Kongres PSSI. Yunus yang juga Direktur Bisnis Persisam ini sangat vokal di Kongres dan aktor utama 'hujan interupsi' di Kongres PSSI lalu.

8. Syahrial Damapolii
Ketua Pengprov PSSI Sulut ini sempat menjadi Ketua KPPN. Syahrial juga menjadi figur di belakang layar Kelompok 78.

9. Syahril Tahir
Ketua Persiba Balikpapan ini sempat didemonstrasi karena dianggap telah melecehkan wartawan usai Kongres PSSI. Tapi, Syahril membantahnya.

10. Tuty Dau
Ketua Tim Divisi I, Persepar Palangkaraya ini menjadi salah satu anggota Kelompok 78 wanita yang sangat vokal.


diambil dari : www.vivanews.com

Rabu, 18 Mei 2011

Hari ini 13 Tahun Yang Lalu

Hari ini 13 tahun yang lalu
wahai SBY
wahai para anggota DPR
wahai para pejabat negara
wahai para penegak hukum
wahai para PENGKHIANAT REFORMASI

Sadarkah engkau dengan jabatan yang engkau emban, kewenangan dan kekuasaan yang engkau miliki...?????
Sadarkah engkau dengan darah dan nyawa yang mereka korbankan untuk jabatan, kewenangan dan kekuasaan mu...?????

Sadarkah engkau jika jabatan, kewenangan dan kekuasaan mu itu yang akhirnya menjerat LEHER kami, orang tua, anak, sanak saudara, sahabat dan rakyat yang telah mempertaruhkan darah dan nyawa mereka untuk engkau...?????

Sadarkah engkau jika jabatan dan kekuasaan yang engkau miliki itu air mata, darah dan nyawa anak-anak negeri ini...?????